VISIT PANTI ASUHAN
Kegiatan ini saya lakukan saat akhir tahun kemarin, 28 Desember 2014. Memang tidak disangka sudah lama ingin bermain ketempat istimewa seperti ini tapi selalu bingung harus melewati jalan yang mana, kebetulan sekali kegiatan ajang mencari teman baru melewati komunitas bisa mengantarkanku ketempat itu. Disana ada sekitar seratus orang anak yang diurus oleh pihak panti dari non panti maupun yang tinggal dipanti.
Komunitas yang ajak saya untuk gabung jadi relawan waktu itu adalah PAY atau biasa kita kenal dengan Pecinta Anak Yatim. Biar ga keterusan alaynya karena pecinta shopping hari gini udah ga jaman. So, sekali-kali lah jadi orang baik.
Sebenarnya waktu itu pun gue ga banyak kontribusi, karena pas hari H nya aja disuruh dateng dan ikutan. Padahal, sebagai orang yang pernah buat acara seperti itu juga gue ngerti gimana caranya kita menghasilkan uang biar bisa memberikan haknya anak yatim itu. Lewat media sosial termasuk twitter yah yang lagi booming banget, kita dapat banyak banget sumbangan kebetulan timing pas masuk bulan Ramadhan jadi ga salah deh kita dapetin "lumayan" banyak dari kampanye lewat media sosial tersebut.
Next, dari pagi udah kumpul untuk berangkat bareng-bareng teman satu komunitas dan kita menuju ke pantinya yang berada di daerah Malang Selatan, atau tepatnya Malang Kabupaten. Seharian sampai menjelang sore kita bermain bersama dengan adik di panti. Ga cuma itu, gue dapetin teman dari berbagai kalangan dan tentunya dari beberapa organisasi lainnya. Nah, ini nih yang menurut gue punya nilai lebih dari ikutan komunitas. Kita bakal ketemu banyak orang dari banyak elemen, dari yang "punya banget" sampe "yagitulah" ada semua. Kita bisa belajar banyak dari mereka yang punya banyak kelebihan dan sesibuk apapun mereka masih bisa menyisihkan waktu untuk meluangkan waktunya dengan hal yang biasanya kata orang sepele kayak gini.
Percaya ga percaya, gue jadi jatuh cinta sama kegiatan seperti ini, tapi karena balik lagi yah. Pengurusnya itu memang bukan dari mahasiswa atau akademisi aja tapi dari kalangan pekerja. Akhirnya, seperti biasa jadi sibuk masing-masing dan yang meneruskan itu kalangan angkatan kebawah lagi dan gue belum bisa ikutan lagi deh.
Setelah acara ini berlangsung, di tahun berikutya gue berkesempatan untuk mengunjungi panti, dan berbeda memang, karena yang gue kunjungi itu panti jompo. Banyak gue dengar dari penghuni panti jompo tersebut. Mulai dari memang ga punya keluarga sama sekali sampai ada memang anaknya yang membawa orang tuanya ke panti. Semua itu hidup orang, menurut gue tanpa dikomen atau dikomen ga akan merubah keadaan kecuali orang tersebut yang mengalami ingin mengubah sutiuasi hidupnya. (ceilah jadi bijak begini gue?)
That's it.
Komunitas yang ajak saya untuk gabung jadi relawan waktu itu adalah PAY atau biasa kita kenal dengan Pecinta Anak Yatim. Biar ga keterusan alaynya karena pecinta shopping hari gini udah ga jaman. So, sekali-kali lah jadi orang baik.
Sebenarnya waktu itu pun gue ga banyak kontribusi, karena pas hari H nya aja disuruh dateng dan ikutan. Padahal, sebagai orang yang pernah buat acara seperti itu juga gue ngerti gimana caranya kita menghasilkan uang biar bisa memberikan haknya anak yatim itu. Lewat media sosial termasuk twitter yah yang lagi booming banget, kita dapat banyak banget sumbangan kebetulan timing pas masuk bulan Ramadhan jadi ga salah deh kita dapetin "lumayan" banyak dari kampanye lewat media sosial tersebut.
Next, dari pagi udah kumpul untuk berangkat bareng-bareng teman satu komunitas dan kita menuju ke pantinya yang berada di daerah Malang Selatan, atau tepatnya Malang Kabupaten. Seharian sampai menjelang sore kita bermain bersama dengan adik di panti. Ga cuma itu, gue dapetin teman dari berbagai kalangan dan tentunya dari beberapa organisasi lainnya. Nah, ini nih yang menurut gue punya nilai lebih dari ikutan komunitas. Kita bakal ketemu banyak orang dari banyak elemen, dari yang "punya banget" sampe "yagitulah" ada semua. Kita bisa belajar banyak dari mereka yang punya banyak kelebihan dan sesibuk apapun mereka masih bisa menyisihkan waktu untuk meluangkan waktunya dengan hal yang biasanya kata orang sepele kayak gini.
Percaya ga percaya, gue jadi jatuh cinta sama kegiatan seperti ini, tapi karena balik lagi yah. Pengurusnya itu memang bukan dari mahasiswa atau akademisi aja tapi dari kalangan pekerja. Akhirnya, seperti biasa jadi sibuk masing-masing dan yang meneruskan itu kalangan angkatan kebawah lagi dan gue belum bisa ikutan lagi deh.
Setelah acara ini berlangsung, di tahun berikutya gue berkesempatan untuk mengunjungi panti, dan berbeda memang, karena yang gue kunjungi itu panti jompo. Banyak gue dengar dari penghuni panti jompo tersebut. Mulai dari memang ga punya keluarga sama sekali sampai ada memang anaknya yang membawa orang tuanya ke panti. Semua itu hidup orang, menurut gue tanpa dikomen atau dikomen ga akan merubah keadaan kecuali orang tersebut yang mengalami ingin mengubah sutiuasi hidupnya. (ceilah jadi bijak begini gue?)
That's it.


Comments