SORE

sore,

Hujan tatkala turun dikala si surya menyingsingkan dirinya sejenak, mungkin dia lelah dengan kehidupan hari-harinya. Entah kenapa akhir-akhir ini hujan yang tak pernah absen menghampiri dijam 16:22 ? seakan tak punya ide lagi untuk menghabiskan waktu yang terbuang terus menerus. kehidupan hanya kegiatan monoton dan diminta untuk menunggu perubahan dengan tidak adanya upaya yang pasti harus apa dan bagaimana. seharusnya sudah daridulu kutinggalkan dia yang memberikan pelajaran untuk bertahan hidup selagi bisa, seakan tak bisa seharusnya bisa.

Sudah dua minggu ini aku mencari kata yang tak begitu asing dan selalu saja disebut-sebut dari mulut mungil salah satu dosen sastraku. Metro pop? ternyata itu salah satu bentuk tulisan dimana tulisan itu berisikan tentang kehidupan sehari-hari dengan latar belakang kehidupan di kota besar dengan bumbu percintaan sang tokoh kemudian konflik yang datang dan terus berdatangan seolah-olah yang sudah biasa kita lalui.

Mungkin pendeskripsianku diatas sedikit mengganggu karena seharusnya aku tidak mendeskripsikan apa itu metro pop, aku mestinya sudah sering kali membacanya hanya saja aku yang tidak pernah peduli dengan jenis bacaan yang telah kulalap mentah-mentah.

Burung gereja yang dulu sering kulihat bertebangan diatas rumah kini tak tahu sudah hijrah kemana, pun aku tak pernah tanya kemana dia akan pergi. haruskah aku sepertinya yang bisa move on setidaknya dari kehidupan membosankan ini?

Sore ini banyak sekali sepertinya pertanyaan yang tidak selalu harus dijawab orang banyak, readers bingung dengan tulisan ini? gapapa sih. aku cuma mencoba meringankan beban kepala yang sebenarnya kosong tapi aku yang membuatnya tumpah dengan pikiran aneh. Terlalu banyak kata seharusnya disini, kau tak pernah bersyukur dengan sungguh-sungguh mungkin? bisa jadi, karena sungguh kegiatan bersyukur itu sebenarnya sangatlah mudah dilakukan dan terlalu mudah dilupakan dan diingat hanya jika teguran yang menghampiri.

Tulisan tidak bisa hanya disimpan biarkan readersnya yang menilai, toh aku masih dalam tahap rendahan tingkat tanah yang seharusnya bisa mengataskan banyak hal.

Comments

Popular Posts