Jakartans


Tulisan ini ditulis sekedar untuk berbagi cerita ketika dimana seorang devywidhyyanti yang anti dengan ibukota akhirnya diberikan kesempatan untuk pergi ke Jakarta untuk menghadiri sebuah forum diskusi berkedok mencari talent untuk sebuah perusahaan ternama yang berasal dari Jepang bernama XXX. 

Tanggal 9 bulan Maret tahun 2018, tidak dipungkiri bahwa banyak pikiran yang menghantui ketika pergi ke kota itu. Mulai dari nanti bertemu siapa? naik apa? tiba jam berapa? dan apalagi yang harus dihadapi dengan lapang dada di kota itu. Meskipun kota tersebut belum pernah membuat masalah dalam hidup gue. Gue tetap aja gamau untuk stay lama disana. Dua hari cukup untuk menghadiri acara itu dan menyambangi teman kuliah yang tersebar di JABODETABEK. Mereka tersebar dari Tangerang, Jaksel, Bekasi, Bogor dll. Pada kaget sih ngapain juga si uni-uni ke Jakarta dan mereka tau betul gue menghindari Jakarta. Banyak alasan untuk menghindari kota itu.  

Sebelumnya, gue udah usaha untuk memaksimalkan waktu yang gue punya. Mulai dari beli tiket kereta yang paling malam biar begitu keluar kantor langsung berangkat dan ambil kereta pulang yang malam sebelum hari Senin biar maksimal juga main-mainnya. Btw, lagunya Nosstress bagus juga yah yang judulnya "Pegang Tanganku". Ahay.
Next, Banyak cerita yang dilewati mulai dari temen yang abis pulang umroh turun di Cengkareng minggu sore dan ngotot mau nyusulin gue yang lagi di daerah Sudirman. Tapi ujung-ujungnya gue yang ke Tangerang. Ke Bogor cuma nyicipin pasta enak ala Bogor sekalian nostalgia sukanya ke Bogor dan gagal terus ke Bandung. Ngopi diwarung kopinya Kasha. Kembali ke Jakarta dengan setumpuk rasa dan meninggalkan Jakarta dengan setumpuk rasa. 

Mungkin bukan saatnya gue stay di Jakarta. Naik krl yang saat itu aja ga rame-rame amat gue ngerasa udah ogah banget. Mesen ojeg online yang salah alamat sampai ketemu satu lingkaran di forum itu rasanya berasa... tuhkan Jakarta sempit, ada aja orang yang gue kenal. Hm.
Jakarta itu mungkin akan gue tinggali dalam waktu dekat dan meskipun gue belum tau kapan jadi tetap aja gue bakalan kesana seenggaknya untuk minta Visa kemana gitu. Semua yang gue rasain dan gue rencanain ga semulus yang gue bayangkan. Ga semua orang ternyata memiliki priorotas yang sama. Bisa jadi gue menginginkan Jakarta tapi Jakarta saat itu belum menginginkan gue. Kemudian, gue sangat berterimakasih kepada Jakarta udah nolak gue dan kasih kesempatan yang lain untuk bisa ambil kesempatan yang lain. Pengalaman gue bakalan gue tulis setelah tulisan perjalanan gue selesai yaa..


Very happy long weekend, kacang kulit, kacang mete, kurma, jambu alpukat dan jemuran tadi pagi. 

Comments

Popular Posts